Oleh:
Yuslisul Pransiskasari*
Di
luar masih hujan. Gemericik air turun
melengkapi hidangan sore menyambut tamu dari Banyuwangi. Warna hijau melekat
pada tubuh tiap jiwa bertujuan mengunjungi mas Bandung di kediaman. Sebentar suasana hening. Tak lekas keheningan
berlangsung lama. Tuan rumah risih. Rumahnya berganti lembaga. Lembaga dengan
penuh ikatan tali bertaut satu sama lain di bawah payung Kementrian Agama.
Berisik kasak kusuk terwakili oleh raut wajah tak terbebas. Kelelahan dalam
guyuran hujan. Santri bilik cekakakan. Tamu keheranan. Tuan rumah cengengesan,
menanggalkan ketakberdosaan.
Santri
bilik merapat ke belakang. Sementara tamu memendam kekakuan di ruang depan. Aku dan
temanku berbisik keheranan. Mengeja tepukan tanda hiburan dengan guyonan. Mas Bandung
memberitahukan