Oleh: Yuslisul Pransiskasari
Mendapati buku keluaran lama berperasaan berbeda. Ada hal tak
terungkapkan manakala menyentuh, terlibat dalam bayangan masa lalu dalam
ingatan yang tak karuan, campur aduk bahkan tak tertata. Menghadirkan diri
dalam menikmati buku bukan lagi sebuah kebimbangan. Adalah seikat kepercayaan
bahwa diri mampu membawa pengaruh dalam berikhtiar menyelesaikan buku. Usai
selesai bentuk lega datang tak sembunyi-sembunyi. Menyapa dan bergabung menjadi
diri yang berani.
Keberanian bermula. Tercipta keinginan. Keinginan untuk memiliki buku
berlatar lawas. Buku berlatar lawas tak pernah mendiami toko buku. Gramedia, Togamas,
dan sejenisnya menawarkan buku baru berkelas best seller. Buku lawas ada tapi
tak berjeda lama. Tak terjamah, berdebu, tanpa plastik dan bernoda.